Track jalur sepeda jati asih, konon track inilah yg
paling luas dari segi cakupan wilayahnya. Daerahnya di sudut Bekasi yg bersenggolan
dengan Jakarta serta lengket dengan wilayah
kabupaten Bogor.
Menyusuri jalan tanah merah dihiasi tanjakan dan turunan serta ditemani
tumbuh-tumbuhan yang rindang juga menyejukan
karena tiupan angin, juga ilalang yg menutupi track hingga menggores kulit.
Jangan lupa track ini paling banyak menyebrang sungai. Lewat jembatan besi, meniti
jembatan kayu, merayap jembatan kayu-bambu, ngesot-ngesot di jembatan
besi-kayu-bambu-berisik-reyot- yg cuma 50cm lebarnya.. Belum lagi melewati rumah-rumah desa khas betawi
pinggir, rumah urban, rumah doeloe sampai rumah rubuh, tempat pemancingan,
kuburan, komplek perumahan, sawah, kebun, tempat sampah, sekolahan, rumah
dokter, gubuk dukun beranak juga kandang burung dara yg berisik suara burung
dara cowok yg branca banget pengen kawin..
Enggak hanya para rider lokal aja yg bermain disini
rider interlokal juga banyak, dari sekedar hanya berolah raga, yang hobi gowes,
yang latihan endurance, yang pingin liburan murah meriah, ajarin anak bersepeda
biar besar nanti bisa jago seperti sam hill, sampai yg kabur dimarahin istri karena
sudah sejak semalam diajakin istri "ehm" nggak mau karena takut nggak
kuat pedalling ditanjakan. Yg lebih
istimewa adalah restoran mang ade yg berada ditengah-tengah track jalur jati
asih ini. Restoran ini mempertemukan semua rider dalam satu titik. Tempat
beristirahat, berkumpul, minum dan makan, ajang pamer sepeda, ajang lihat-lihat
sepeda, tempat belajar yg namanya merek sepeda-group set-fork-rear shock sampai
merek ban dan warnanya. Juga saling kenal, ngobrol, ngelucu, ngelawak, tertawa
terkeheh-kekeh walaupun nggak lucu. Dan tak lupa bikin rencana minggu depan
gowes kemana ??
Mang ade ini mungkin orang yg paling banyak dapat
berkah dari jalur sepeda ini. Pastilah Allah sayang sekali dengan beliau... آمِين يَا
رَ بَّ العَـــالَمِيْن
.... Diujung finish atau start ada bengkel sepeda mtb dan tempat cuci sepeda,
juga tak lupa restorannya. Bengkel sepeda yg bernama "pitstop", tidak
hanya satu apalagi setengah melainkan dua ! Di kepalai seorang chief mekanik yg
kecil-kecil cabe rawit jebolan mechanic crew specialized dan trex di ajang
lomba UCI Championship 2000-2006 waktu merantau ke Eropa. Dan para asisitennya
asal pesisir jawa barat yg malang
melintang sebagai tukang reparasi mesin jahit dan montir gerobak motor. Sudah
pasti handallah.
Sungguh merupakan kenikmatan tersendiri bermain sepeda
bersama di jalur jati asih ini, penduduknya ramah, anak kecilnya lucu-lucu
mirip komeng dan adul, ibu-ibunya murah senyum, bapak-bapaknya yang suka menyapa, plus kalo anda beruntung,
bertemu jalan ke jamban yg mirip jalur sepeda, bikin sepeda nyelonong ke kamar
mandi.. Hihihi Rider bodoh ! Nggak bisa bedain mana jalur sepeda mana jalur sabun
!
Treknya sendiri sangat variatif, berbagai tanjakan
juga penuh turunan, mendatar, tikung kanan, tikung kiri, single track ! cocok sekali buat pengemar off road, saking
assik nya trek ini berjarak dari 6 km sampai dengan 40 km.. Tergantung
bagaimana ke kreativitas anda sendiri untuk mengeksplore trek ini. Bisa sampai
dengan jalan trans yogi dan lanjut ke warung oncom.. Kalo anda penasaran.. Coba
temui pak yance.. Beliau hapal bener trek ini. 10 kali masuk trek jj bersama
beliau dijamin 10 kali juga akan menemui jalan yg berbeda,
Nama-nama jalurnya ada jalur grand canyon, ini turunan
lumanyan tinggi dan panjang, kalau nggak terkontrol sepeda bisa bahaya
akibatnya, didepannya kita bisa lihat bukit-bukit yg bisa jadi arena uji nyali turunan
atau tes dengkul buat dijadikan tanjakan karenan memang tempat ini istimewa. Grand canyon ini nggak hanya turunan.. Jalur ini bisa
dibalik juga kok hingga menjadi tanjakan.. Tergantung anda mau mencoba atau
tidak. Ada
sebagian rider disini yg suka trek terbalik.. Dia gowes nanjak grand canyon ini.. Sepintas memang agak edan..
Tapi buat mereka "no problemo".. Seperti kata pepatah, slow but sure..
Kelihatan memang dari kakinya... Hitam.. Hahahaha.. Top markotop..
Berikutnya ada turunan inul.. Yg berkelok-kelok
seperti joget inul, ada tanjakan kuburan karena disampingnya memang ada
kuburan, ada turunan cowboy karena di pagari dengan kayu dolken seperti di western
tempat para cowboy berada. Ada
lorong bambu, terjadi karena memang lebatnya pohon bambu yg menyerupai lorong dan
gelap pula.
Ada banyak track yg bisa dikombinasikan dan memang sangat
variatif sekali, untuk anda yg tertarik ingin mencoba jalur ini, jangan sungkan
buat didampingi marshal setempat agar acara gowes anda makin menyenangkan..
Selamat menikmati..